Rabu, 30 Juli 2014

Susah hamil? Jangan-jangan TB


Assalamu'alaikum and Hi...

Susah hamil? Jangan-jangan TB

Setiap pasangan yg baru menikah pasti biasanya ingin segera hamil, lalu cepat mendapatkan keturunan. Namun saat ini, seiring dengan berubahnya gaya hidup pasangan muda maslah infertilitas menjadi isu yg paling hangat. Seringnya, anormali hormon serta infeksi virus seperti Toksoplasma dipandang sebagai penyebab infertilitas yg paling serius. Sangat sedikit yg menyadari, penyakit Tuberkulosis (TB) bisa menghalangi seorang wanita untuk hamil. Sulit hamil bisa menjadi penanda adanya infeksi tuberkulosis di dalam tubuh wanita.

Tuberkolosis bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, salah satunya organ tuba falopi yg berperan dalam ovulasi dan pembuahan, bisa mengalami sumbatan atau penyempitan akibat TB. Hanya kuku dan rambut yg bebas terkena infeksi. Tuberkulosis epidermis yg membuat wanita menjadi mandul ini memang tak sebanyak kakus TB paru. TB ini merupakan tuberkulosis ekstraparu (selain paru) yg dapat terjadi jika sebelumnya telah terjadi infeksi TB di bagian tubuh lainnya.

Tuba falopi bisa mengalami sumbatan atau penyempitan akibat kuman mycobacterium tubercolosis, yg menyebabkan penyakit TB. Bila tersumbat, sel telur tidak bisa dibuahi sperma, atau embrio yg terbentuk tidak dapat masuk ke rahim untuk berkembang. Kondisi ini yg membuat kehamilan sulit terjadi.

TB adalah penyakit yg menular yg disebabkan oleh “basil tuberkulosis”. TB menular melalui udara, sewaktu pasien batuk, bersin, meludah, atau berbicara. Kuman keluar melalui percikan dahaknya dan dapat terhirup oleh orang sekitarnya. Beberapa gejala umum yg muncul apabila seseorang terjangkit TB adalah demam, terkadang menggigil, keringat pada malam hari, nafsu makannya menurun, berat badan menurun dan badan cepat lelah. Untuk kasus Tbparu, memberikan gejala yg sangat khas yaitu batuk berdahak dalam waktu yg lama 2-3 minggu, nyeri dada dan batuk darah.

TB dapat menyerang siapa saja, kemungkinannya menjadi lebih besar apabila terjadi kontak penderita TB dengan anak di bawah lima tahun, kontak dengan pasien yg menderita imunokomromais (sistem imun yg menurun), khususnya infeksi HIV dan kontak dengan pasien TB multi-drug resistant (TB MDR). Pasien TB MDR adalah pasien yg sudah mengalami kekebalan terhadap obat anti tuberkulosis (OAT) yg sangat poten rifampisin dan isoniazid. OAT merupakan obat utama dalam pengobatan TB. Obat herbal juga dapat diberikan sebagai obat komplementer. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar