Assalamu'alaikum and Hi...
Apakah yg Allah bisikkan, ketika engkau di rahimku, sayang?
Bersamamu, kulayari waktu dan beninglah segala jiwa dan pelangilah setiap kehampaan. Dan bintang yg luruh dimatamu adalah lentera juga menuju jalan-Nya.
Menatap kehadiranmu aku bagai melihat lukisan-Nya terbentang indah dan memukau
Catatan Hati Bunda Untukmu
Pernahkan bunda sampaikan padamu, sayang? Bahwa memilikimu adalah hal terbaik dalam hidup, sepanjang usia yg ketiga puluh enam ini. Kau pasti tau betapa hari-hari bunda berubah sejak kehadiranmu dan adikmu. Sejak menjadi ibu, maka hari-hari bunda tak sama lagi. Selalu punya warna yg berbeda tetapi membawa rasa yg sama yaitu bahagia.
Taukah, nak? Ketika seseorang menjadi ibu maka dia telah membagi-bagi sebagian jiwanya pada bayi-bayi mungil yg terlahir... bahagia atau sedihnya banyak tergantung padamu. Sebab jiwa seorang ibu tak pernah utuh lagi sejak seorang makhluk kecil hadir dalam hidup mereka. Jangan salah, mereka berikan setengah nyawa bukan karena terpaksa, melainkan karena tak tau lagi apa yg bisa diberikan untuk anugerah sebesar itu.
Maka maklumi kami, nak... jika sebagai seorang ibu mudah sekali merasa cemas. Memang tak selalu bunda bisa berada di sisimu karena berbagai kegiatan yg menyita waktu. Kadang kau mengeluh tentang itu, tapi mudah-mudahan itu tidak membuatmu dan adikmu kecil hati. Ingat kan betapa pun sibuknya, bunda selalu berusaha mendengar setiap kalimatmu. Betapa pun letihnya, setiap kalu kau dan adikmu sakit, maka bunda rela begadang semalamanuntuk bisa mengawasimu.
Banyak hal yg terjadi dalam kehidupan bunda sayang. Allah begitu pemurah. Diberinya bunda nikmat bertubi-tubi. Tetapi jika kau tanya apakah semua itu membahagiakan bunda? Maka jawabannya adalah ya, tapi sebagaimana perasaan ibu-ibu lain, nak... prestasi apa pun, tidak ada yg sebanding dengan kebahagiaan yg Allah berikan dengan kehadiranmu dan adikmu. Perasaan ajaib yg susah dilukiskan. Tapi mereka yg menjadi ibu pasti memahami hal ini.
Bunda ingin selalu di sisimu, nak... bisa menjagamu. Melalui semua yg kau lalui, dan tidak kehilangan momen apa pun, meski yg terakhir agak susah sejak kau masuk sekolah. Pernah kepada ayah, bunda sampaikan perasaan kehilangan bunda karena kini kau bersekolah. Itu artinya kau akan memiliki teman-teman, sayang. Punya orang lain untuk berbagi cerita. Bagi bunda itu cukup menyedihkan, sebab bunda tak lagi menjadi satu-satunya teman ‘curhat’mu.
Tapi itu adalah hal yg tidak mungkin dicegah, kau dan adikmu akan besar, memiliki banyak teman dan dunia sendiri. Mungkin di masa depan, akan ada seorang yg mendekati dan mengatakan mencintaimu. Mungkin aku pun merasakan hal yg sama.
Tapi semoga perasaanmu terhadap ayah dan bunda, tidak akan pernah terkalahkan, oleh seseorang yg belum lama hadir di hidupmu. Bunda berharap tidak ada rahasia yg terlalu besar untuk kau ceritakan kepada kami, sayang. Tidak ada ketakutan yg mencegahmu untuk bersikap terbuka terhadap kami. Seperti juga bunda berharap kau selamanya tau tidak ada cinta yg lebih besar dari cinta yg dimiliki ayah dan bunda untukmu.
Sayang, bunda sadar, bunda dan ayah tidak sempurna. Maka maafkan bunda untuk semua hal yg menurutmu telah melukai. Maafkan bunda jika banyak ketidaksempurnaan dalam upaya bunda menunjukkan cinta kepadamu. Maafkan jika kadang bunda terkesan kurang perhatian, atau terlalu mencerewetimu. Bunda hanya takut, sayang... takut usia bunda tak cukup panjang untuk menemanimu. Bunda tidak tau berapa umur yg diberikan-Nya untuk bunda.
Tapi bunda berharap semoga itu cukup bagi bunda untuk membimbingmu menjadi muslimah dewasa yg sholehah, cerdas, yg peduli dan mencoba berbuat untuk umat. Juga membimbing adikmu. Bunda yakin, kau tau... sebaik-baik hamba Allah adalah yg paling bermanfaat bagi sesamanya. Sia-sia kecantikan jika membuatmu merasa lebih baik apalagi sampai menyakiti orang lain. Percuma kecerdasan jika tidak memberi kebaikan bagi orang lain. Dan sungguh merugi, jika nikmat kebendaan yg Allah berikan, tak sampai ke orang lain, dan hanya terputus kepadamu.
Sebab kehidupan dan semua yg kita miliki, mata, hidung, mulut, tangan, kaki, semua milik Allah. Semua titipan-Nya agar kau gunakan sebagai alat menyebarkan kebaikan kepada orang lain.
Anakku, bunda ingin kau tabah menghadapi segenap ujian-Nya. Bukankah hidup merupakan kelas ujian demi ujian? Jangan pernah lemah sayang. Jangan pernah merasa putus asa. Percayalah Allah dekat dan memiliki kekuatan luar biasa untuk menolongmu, mencarikan jalan keluar bagi kesulitan-kesulitanmu, sayang. Menciptakan banyak keajaiban. Jangan pernah meminya kepada selain-Nya, sayang.
Berdoalah senantiasa. Juga untuk ayah dan bunda, meski ketika kami sudah tidak ada lagi di sisimu. Semoga Allah memberikan pendamping yg menuntunmu ke surga-Nya. Juga pejuang-pejuang cilik dari rahimmu untuk meneruskan amanat Rasul kekasih kita. Semoga Allah memberikan kebaikan yg sama untuk adikmu. Doa terakhir bunda, semoga Allah mengumpulkan kita semua, cinta.... suatu hari nanti di surga-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar